KIAT NAIK PESAWAT (KISAH UMROH ARIF WAHYUDI KE-2)

KIAT NAIK PESAWAT (KISAH UMROH ARIF WAHYUDI KE-2)
Oleh Arif Wahyudi, Ak, ME – Kandidat Doktor FE UI *)

Gema Shafa Marwa — Catatan kedua kali ini tentang terbang…

Walau sering naik pesawat dan pernah berhaji, namun ada beda penerbangan Saudi Air Jakarta – Madinah kemarin. Perjalanan non stop 10 jam pagi sampai sore cukup berat. Haus dan ‘agak lapar’. 😉

Pop Mie

Ketika memasuki pesawat, semua minuman harus ditinggal, shg praktis hanya mengandalkan minuman suguhan awak pesawat. Prosesi boarding agak lama karena penumpang kurang disiplin menempati kursinya yg mungkin terpisah dari pasangannya. Penghidangan makanan yg waktunya bergeser dari jadwal metabolisme kita membuat rasa lapar dan haus. Setelah bermuayasah penumpang bisa minta air langsung ke ‘dapur’ pesawat. Bahkan bisa membuat pop mie dan sebagainya. Air panas cukup tersedia.

Penerbangan pulang juga dengan Saudi Air. Yg beda di air port Jeddah air (zam zam) dalam tas jinjing bisa masuk pesawat. Dan terbang malam-pagi lebih nyaman, tdk lapar dan tdk haus. Mungkin juga krn metabolisme tubuh sdh beradaptasi. Makanan yg dihidangkan juga beda, cita rasa ‘padang pasir’ dengan kari nya yg khas.

Lesson learned nya adalah bawa saja ransum atau pop mie bila naik Saudi Air ke Madinah perjalanan siang hari. Mudah2an lebih nyaman.

*) Bapak Arif Wahyudi, Ak. ME,
Melaksanakan umroh bersama Gema Shafa Marwa berangkat tanggal 27 Maret 2013 dengan pembimbing Ustadz Iman Santoso, Lc, saat ini beliau menjabat Wakil Ketua DPRD Kota Tangerang Selatan, juga Caleg DPR RI dari PKS Dapil Banten 1 (Kota Tangerang Selatan, Kota Tangerang, dan Kabupaten Tangerang) tahun 2014

You can leave a response, or trackback from your own site.

Leave a Reply

You must be logged in to post a comment.